
Sintang, Kalbar – Bupati Sintang Gregorius Herkulanus Bala mengajak seluruh masyarakat Dayak di Kabupaten Sintang untuk menjadikan Pekan Gawai Dayak (PGD) XIII Tahun 2026 bukan hanya sebagai ajang pelestarian budaya, tetapi juga momentum membangkitkan semangat bekerja, mengembangkan potensi daerah, dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga.
Pesan tersebut disampaikan Gregorius Herkulanus Bala saat menghadiri pembukaan Pekan Gawai Dayak Kabupaten Sintang ke-XIII Tahun 2026 yang berlangsung di Betang Tampun Juah, Desa Jerora Satu, Kecamatan Sintang, Rabu (29/7/2026).
Acara pembukaan berlangsung meriah dan dihadiri berbagai tokoh penting, PGD XIII Tahun 2026 secara resmi dibuka oleh Ketua Komisi V DPR RI Lasarus, S.Sos., M.Si.

Turut hadir Ketua dan Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Barat, Ketua dan Anggota DPRD Kabupaten Sintang, Ketua DAD Provinsi Kalimantan Barat, Staf Ahli Gubernur Kalimantan Barat Bidang Pembangunan dan Ekonomi, jajaran Forkopimda Kabupaten Sintang, Sekretaris Jenderal MADN, tamu kehormatan dari Sarawak, Malaysia, para pimpinan organisasi masyarakat, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta undangan lainnya.
PGD Menjadi Momentum Membangun Masa Depan

Dalam sambutannya, Bupati Sintang Gregorius Herkulanus Bala menegaskan bahwa semangat Pekan Gawai Dayak seharusnya tidak berhenti pada pelestarian adat dan budaya semata.
Menurutnya, nilai-nilai yang terkandung dalam gawai harus mampu menjadi motivasi masyarakat untuk terus bekerja keras, mandiri, dan berani memanfaatkan berbagai peluang yang tersedia.
Ia mengungkapkan bahwa Kabupaten Sintang memiliki potensi sumber daya alam dan lahan yang sangat luas.
Potensi tersebut, menurutnya, hanya akan memberikan manfaat apabila masyarakat memiliki kemauan kuat untuk mengelolanya secara produktif.
“Tanah kita luas, tetapi sering kali kita malas dan hanya banyak bermimpi, ke depan kita harus rajin dan bekerja keras mengolah lahan yang masih ada menjadi kebun, jangan hanya bermimpi, tetapi kita harus berjuang mewujudkan mimpi itu menjadi kenyataan, bermimpi tanpa berjuang tidak akan menjadi kenyataan,” tegas Gregorius Herkulanus Bala.
Kerja Keras Menjadi Kunci Perubahan Ekonomi
Bupati Sintang menekankan bahwa perubahan taraf hidup tidak akan datang dengan sendirinya.
Menurutnya, kesejahteraan hanya dapat diraih melalui kerja keras, disiplin, serta keberanian memanfaatkan setiap kesempatan yang ada.
Ia juga mengajak masyarakat untuk terus membangun komunikasi, memperluas jaringan, dan tidak hanya menunggu perubahan datang tanpa usaha nyata.
“Sekarang kita sudah setara. Mari kita bekerja keras menjemput mimpi untuk masa depan yang lebih baik, kita bangun komunikasi dengan orang lain dan jangan hanya menunggu keadaan berubah,” ujarnya.
Menurut Gregorius Herkulanus Bala, perkembangan zaman telah membuka kesempatan yang jauh lebih luas dibandingkan masa lalu.
Siapa pun kini memiliki peluang untuk berkembang selama memiliki kemauan dan semangat bekerja.
Akses Permodalan Kini Semakin Terbuka
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sintang juga menyoroti semakin mudahnya masyarakat memperoleh akses pembiayaan melalui berbagai lembaga keuangan.
Ia menilai kondisi ini menjadi peluang besar bagi masyarakat untuk membangun usaha maupun mengembangkan sektor pertanian dan perkebunan.
Ia menjelaskan bahwa keberhasilan seseorang saat ini tidak lagi ditentukan oleh latar belakang ekonomi keluarga, melainkan oleh tekad, keberanian, dan kesungguhan dalam bekerja.
“Dulu, kalau orang tua tidak kaya, anaknya mungkin sulit menjadi kaya, sekarang kesempatan sudah terbuka, orang miskin pun bisa menjadi kaya, asal mau bekerja keras, lembaga keuangan sudah ada, silakan dimanfaatkan untuk modal usaha, membuka kebun dan mengembangkan ekonomi,” kata Gregorius Herkulanus Bala.
Karena itu, ia mengajak masyarakat agar tidak ragu memanfaatkan berbagai fasilitas pembiayaan yang tersedia untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan keluarga.
Manfaatkan Potensi Daerah Secara Maksimal
Lebih lanjut, Gregorius Herkulanus Bala menegaskan bahwa pemerintah terus berupaya menghadirkan berbagai kemudahan bagi masyarakat, baik melalui pembangunan infrastruktur, peningkatan pelayanan, maupun dukungan terhadap sektor ekonomi masyarakat.
Namun demikian, ia mengingatkan bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya bergantung pada pemerintah, melainkan juga memerlukan partisipasi aktif seluruh masyarakat.
“Sudah ada kemudahan. Tinggal tekad dan kerja keras kita lagi,” tegasnya.
Menurutnya, potensi lahan pertanian dan perkebunan di Kabupaten Sintang masih sangat besar untuk dikembangkan.
Apabila dimanfaatkan secara optimal, sektor tersebut diyakini mampu menjadi sumber pertumbuhan ekonomi masyarakat sekaligus meningkatkan kesejahteraan daerah.
Budaya dan Pembangunan Harus Berjalan Beriringan
Bagi Bupati Sintang Gregorius Herkulanus Bala, Pekan Gawai Dayak merupakan simbol rasa syukur atas hasil panen sekaligus momentum memperkuat persatuan masyarakat Dayak.
Namun, nilai luhur tersebut perlu diterjemahkan dalam kehidupan sehari-hari melalui budaya kerja, semangat berwirausaha, serta pengelolaan sumber daya alam secara produktif dan berkelanjutan.
Ia berharap semangat yang lahir dari perayaan budaya dapat menjadi motivasi bagi masyarakat untuk terus berinovasi, mengembangkan usaha, membuka lahan pertanian dan perkebunan, serta meningkatkan kualitas hidup keluarga.
Dengan demikian, pelestarian budaya Dayak tidak hanya menjadi agenda seremonial tahunan, tetapi juga menjadi kekuatan dalam mendorong pembangunan daerah, memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat, serta mewujudkan Kabupaten Sintang yang semakin maju, sejahtera, dan berdaya saing.*