Beras Kadaluarsa Dari Bulog Dijual Pada Masyarakat Tempunak, Perlu Diusut Tuntas

        Foto : Beras SPHP 5 kg

Sintang Kalbar - Viral PERUM Bulog menjual Beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan )  Kadaluarsa 5 Kilogram Kepada masyarakat di Kecamatan Tempunak Kabupaten Sintang Kalimantan Barat pada 11 Maret 2026 lalu.

Bahkan kuat dugaan bahwa Perum Bulog masih banyak menyimpan  pasokan Beras SPHP kadaluarsa siap Edar sebab menurut informasi Anton Situmorang yang merupakan Anggota DPRD Provinsi Kalbar tersebut bahwa Beras SPHP yang disalurkan ke masyarakat bersumber dari Perum Bulog namun belum diketahui sumber alamat Perum Bulog yang mana.

Awalnya penyaluran Beras 5 Kg Kadaluarsa tersebut diketahui berdasarkan informasi keluhan warga masyarakat Tempunak Kapuas  pada 12 /3/2026 yang diketahui bahwa penjualan Beras SPHP 5 kg tersebut melalui penjual Anton Situmorang dan Lanan yang merupakan warga Kecamatan  Tempunak yang menurut warga harga berasnya dinilai sangat murah, Dan tidak menutup Kemungkinan bahwa warga masyarakat yang telah membeli paket Beras 5 kg Kadaluarsa tersebut telah di konsumsi oleh warga, dan warga meminta agar Kepolisian mengusut sumber beras SPHP Kadaluarsa teesebut.

Saat dikonfirmasi Anton Situmorang menyampaikan , "Padah sidak pulai kan Jak. (Bilang mereka dikembalikan saja,) Nanti aku pulai ke  duit (nanti saya kembalikan duit) dengan harga pengembalian 
1. Beras  55.000
2. Beras + gula 65.00
3. Beras + gula+ minyak 80.000

Pagi aku ke Ng tempunak .. arituk aku lg di sanggau,  Pilihannya itu mau d tarik kembali sebenarnya tadi siang saya konfrmasi ke kades. Tapi warga menyarankan untuk di tukar ke Bulog. Masih menunggu info dari Bulog", ( Sampaikan saja  kepada mereka, nanti saya kembalkan Uang dengan harga pengembalian)", kata Anton melalui pesan Singkat Whatsapp miliknya pada 12/3/2026 malam, ketika ditanya soal sumber Perum Bulog yang menjual Beras SPHP tersebut Anton S belum memberikan penjelasan.

Sementara Lanan saat dikonfirmasi menyampaikan, " Saya telah berkoodinasi dengan Bapak Anton Situmorang  terkait beras 5 kg yang Kadaluarsa, Kita merasa kecolongan dengan beras kadaluarsa tersebut, Nantinya rencana yang harus kita sampaikan kepada warga ada dua versi apakah nanti beras di tukar atau di ganti uangnya, besok saja kita kelapangan bertemu dengan para warga masyarakat", kata Lanan.

Soal Sumber beras SPHP tersebut saya pribadi tidak mengetahui apakah sumbernya dari Perum Bulog Provinsi Kalbar atau Perum Bulog Kabupaten Sintang, yang jelas Saya sendiri yang menjualnya ke masyarakat, jelas Lanan yang merupakan Anggota DPRD Sintang.

para awak media masih mencoba melakukan konfirmasi kepada pihak Perum Bulog Kabupaten Sintang tentang sumber Beras SPHP tersebut.

// red. Er tim.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak