Keributan Berdarah di Warkop Ajan Sintang, Diduga Persoalan Rumah Tangga

Sintang , Kalbar – Video pertarungan antar warga di Warung Kopi (Warkop) Ajan di kawasan Sungai Durian, Kelurahan Kapuas Kanan Hulu, Kecamatan Sintang, viral di media sosial. Insiden yang terjadi pada Selasa, 19 Mei 2026 itu mengakibatkan seorang pria mengalami luka-luka.

Dalam video yang beredar luas, terlihat seorang pria langsung menghampiri korban yang tengah duduk di Warkop Ajan. Pria itu langsung melakukan penyerangan terhadap korban dengan mencengkeram benda ke arah kepala secara berulang kali hingga korban mengalami pendarahan.


Kapolsek Sintang Kota, Heru Woldy, membenarkan adanya kejadian perkelahian tersebut. Polisi menyebut pihak yang terlibat yaitu seorang pria berinisial I sebagai pelaku dan D sebagai korban. Disebutkan pula, pelaku bekerja di salah satu instansi pemerintah di Kota Sintang.

"Upaya tidak menyimpan siur dari viralnya video permasalahan di Kopi Ajan kemarin, kejadian sekitar pukul 11.15 atau 11.30 WIB. Memang benar terjadi perkelahian antara kedua belah pihak. Namun, permasalahan ini murni masalah internal keluarga dan keduanya saling mengenal," kata Heru, Rabu, 20 Mei 2026.

Menurut Heru, konflik antara pelaku dan korban bukanlah persoalan baru. Permasalahan tersebut disebut telah berlangsung sejak sebelum akhir tahun 2025 dan mencapai puncaknya saat kejadian terjadi di Warkop Ajan.

Saat ditanya mengenai pemicu keributan, Heru menjelaskan bahwa berdasarkan informasi awal yang diterima polisi, pelaku menduga korban memiliki hubungan dengan istrinya. Namun demikian, dugaan tersebut masih akan didalami lebih lanjut dalam proses pemeriksaan.

“Untuk pemicunya, informasi awal yang kami dapat, pelaku menilai atau menganggap korban memiliki hubungan dengan istrinya. Namun, ini belum kami dalami secara spesifik dalam pemeriksaan,” jelasnya.

Meski begitu, polisi menyebut pihak korban telah berupaya membangun komunikasi dengan aparat kepolisian agar persoalan tersebut dapat diselesaikan melalui jalur mediasi atau secara kekeluargaan.

“Untuk sementara, pihak korban telah berupaya berkomunikasi dengan kami agar kalau bisa permasalahan ini dimediasi atau diselesaikan secara kekeluargaan,” tambahnya.*

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak