
Sintang, Kalbar - SPBU 64.786.15 terletak di jalan raya Sintang-pontianak km 13 kecamatan sungai tebelian kabupaten Sintang Diduga Salurkan BBM jenis Solar Subsidi ke Pelangsir, mengakibatkan Antrian Panjang Tak Terhindarkan sampai buat kemacetan jalan raya.
Hampir setiap hari aktivitas di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) nomor 64.786.15 selalu dipenuhi oleh para pengantri dengan kendaraan pickup atau truck memenuhi areal SPBU sampai ke jalan raya, sehingga menyebabkan penyempitan jalan raya.
Dalam menjalankan aktivitasnya diduga ada permainan oleh SPBU tersebut dengan para pengantri ataupun para penampung BBM subsidi untuk diperjual belikan kembali dengan harga lebih tinggi. Sehingga setiap hari SPBU dipenuhi oleh para pengantri menyebabkan terjadinya antrian panjang dan membuat kemacetan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, sejumlah kendaraan terlihat keluar – masuk secara berulang untuk mengisi Solar dalam jumlah besar. Aktivitas ini diduga bukan untuk kebutuhan operasional kendaraan, melainkan dialihkan untuk mendukung kegiatan Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah Sintang dan sekitarnya.
Mawar salah satu warga yang berada di sekitar lokasi hendak mengisi bbm mengaku resah atas kondisi tersebut. Mereka menilai pihak SPBU seolah membiarkan para pelangsir mengisi Solar bebas tanpa pengawasan ketat, sementara masyarakat umum harus menunggu lama hanya untuk memperoleh jatah BBM subsidi, ujarnya.
Mawar juga menilai bahwa Selain menimbulkan keresahan, praktik tersebut dinilai berpotensi merugikan negara serta bertentangan dengan kebijakan distribusi BBM bersubsidi yang seharusnya tepat sasaran.
Mawar mendesak Pertamina, Polres Sintang, dan instansi terkait lainnya untuk segera turun melakukan pengecekan dan penindakan apabila terbukti terjadi pelanggaran.
Mawar berharap distribusi Solar subsidi kembali diperketat dan diawasi agar tidak dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang ingin mencari keuntungan di luar ketentuan. Tutupnya.