Stok BBM Diklaim Aman, APMS Simba Raya Justru Lowongan Kerja: Ada Apa dengan Distribusi Pertamina di Sintang?

Stok BBM Diklaim Aman, APMS Simba Raya Justru Lowongan Kerja: Ada Apa dengan Distribusi Pertamina di Sintang?

Sintang, Kalbar – Klaim Pertamina bahwa distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kabupaten Sintang berjalan normal kini patut dikaji secara serius. Pernyataan resmi yang dikutip ANTARA News Menyebutkan stok Pertalite dan Solar berada dalam kondisi aman, bahkan Fuel Terminal (Depot) Pertamina Sintang diklaim memiliki ketahanan stok yang mencukupi kebutuhan masyarakat. Namun fakta di lapangan justru menunjukkan kondisi yang berbanding terbalik.

Rudi Syahbudin, pengelola APMS CV Munaya Daimian di Desa Simba Raya, secara terbuka menyatakan bahwa pasokan BBM tersendat karena Depot Pertamina Sintang disebutnya kosong. Ia mengaku telah melakukan pemesanan sejak awal bulan, namun hingga kini Delivery Order (DO) belum juga diterbitkan. Pernyataan ini secara langsung membantah klaim Pertamina dan menimbulkan pertanyaan besar: siapa yang tidak jujur ​​kepada publik?

Jika depot benar-benar kosong, maka pernyataan Pertamina soal stok aman diduga diduga terjadi kecelakaan. Sebaliknya, jika stok memang aman seperti yang diklaim, maka alasan APMS kehabisan BBM menjadi tidak masuk akal. Kondisi ini mengarah pada dugaan kuat adanya masalah serius dalam pengelolaan dan transparansi distribusi BBM di Sintang.

Kecurigaan semakin menguat dengan ditemukannya drum-drum penampungan BBM di sekitar area APMS. Keberadaan drum tersebut menimbulkan dugaan adanya praktik penimbunan atau penyaluran di luar resmi mekanisme.
Padahal, APMS CV Munaya Daimian mengantongi kuota yang tidak kecil, yakni Solar 85.000 KL dan Pertalite 50 KL. Dengan kuota sebesar itu, seharusnya memasok BBM untuk masyarakat Desa Simba Raya dan sekitarnya tidak pernah mengalami kelangkaan.

Fakta bahwa APMS jarang beroperasi justru menampilkan indikasi kegagalan pengawasan, baik oleh Pertamina selaku penyalur utama, BPH Migas sebagai regulator, maupun pemerintah daerah. 
Masyarakat kembali menjadi korban, terpaksa menerima kelangkaan BBM di tengah klaim “stok aman” yang terus digaungkan.

Kondisi ini tidak bisa lagi dianggap sebagai masalah teknis semata. Pertamina wajib membuka data riil stok di Depot Sintang dan mempublikasikan alur distribusi ke setiap APMS.
Aparat penegak hukum dan instansi pengawas harus segera turun tangan melakukan audit dan investigasi lapangan. Jika tidak, dugaan adanya permainan distribusi BBM di Sintang akan semakin meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap negara kian tergerus. (TIM)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak