Sambut Kedatangan Presiden dan Kapolri di Kalbar, Ini Tuntutan PMKRI Pontianak Kepada Presiden dan Kapolri

Pontianak, Kalbar- 
Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Pontianak Santo Thomas More menyambut baik kedatangan Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto, dan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia, Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, dalam rangka menghadiri Panen Raya Jagung Nasional di Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat. (26 Mei 2025).

Kami memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada para petani jagung yang telah bekerja keras mewujudkan ketahanan pangan nasional, khususnya di wilayah perbatasan. Upaya para petani patut dijadikan teladan sekaligus dipastikan keberlanjutannya oleh pemerintah.

Namun, kami menegaskan bahwa kunjungan kenegaraan ini tidak boleh hanya berwujud seremoni belaka. Kalimantan Barat menyimpan berbagai persoalan struktural yang belum terselesaikan secara serius, antara lain:

Korupsi dan dugaan korupsi yang melibatkan oknum pejabat publik di berbagai sektor diataranya kasus korupsi di Dinas PU kabupaten Mempawah, bank Kalbar, Kadis Kominfo kalbar, Proyek PLTU kalbar dan dugaan korupsi APBD kabupaten Melawi.

Maraknya aktivitas tambang ilegal dan Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang merusak lingkungan hidup dan membahayakan keselamatan masyarakat.

Konflik agraria yang terus terjadi antara masyarakat dengan perusahaan maupun negara, tanpa penyelesaian yang adil.

Pelemahan eksistensi hukum adat, yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan besar yang abai terhadap hak masyarakat adat.

Kasus kekerasan dan pelanggaran hukum oleh aparat, yang sering kali tidak ditindaklanjuti secara transparan dan akuntabel seperti penembakan oleh oknum polisi di ketapang.

Sebagai respons atas kondisi tersebut, PMKRI Cabang Pontianak saat ini tengah menghimpun kekuatan mahasiswa dan masyarakat sipil yang memiliki visi perjuangan yang sama, untuk bergerak bersama menyampaikan tuntutan kepada Presiden dan Kapolri saat kunjungan berlangsung. Ini bukan sekadar aksi simbolik, melainkan bentuk nyata partisipasi publik dalam mengawal keadilan dan perubahan.

Kami mendesak agar Presiden dan Kapolri: 
Menjadikan kunjungan ini sebagai momentum mendengar secara langsung suara rakyat Kalbar, 

Menegaskan komitmen terhadap penegakan hukum yang adil dan tidak pandang bulu, Mendorong penyelesaian konflik agraria secara menyeluruh dan berpihak pada masyarakat, 

Memberikan perlindungan terhadap hak-hak masyarakat adat, lingkungan hidup, dan hak asasi manusia.

Kami percaya bahwa Kalimantan Barat tidak butuh panggung seremoni semata. Yang dibutuhkan adalah kehadiran negara yang berpihak pada kemanusiaan, keadilan sosial dan masa depan rakyatnya.

Sumber: PMKRI Pontianak

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak